Bali Tidak Layak Dikunjungi di Tahun 2025?

Foto cover: Arsip Malu Dong Community
Penulis kontributor: Indra Cipta

Belakangan ini banyak narasi tersebar di media sosial mengenai pulau Bali yang tidak layak untuk dikunjungi pada tahun 2025. Mengutip dari Fodors.com, Bali memasuki urutan pertama pada Fodor’s No List 2025. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejak pandemi Covid-19 berakhir, Bali mulai membangun kembali sektor pariwisata yang sebelumnya mati. Sektor pariwisata yang mati ini disebabkan karena berkurangnya kuantitas dari wisatawan yang berkunjung. Semakin berjalannya waktu, kondisi pariwisata di Bali kian membaik. Masyarakat Bali mulai mendapatkan kembali penghasilannya dalam sektor pariwisata.

Mengutip dari website Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Bali mengalami lonjakan pengunjung yang drastis. Pada tahun 2021 total jumlah pengunjung hanya berjumlah 51 orang, namun melonjak menjadi 2.155.747 orang pada tahun 2022. Pertahun 2023, kembali terjadi lonjakan pengunjung yang signifikan menjadi 5.273.258 orang. Lalu pada tahun 2024, melonjak menjadi 6.333.360 orang. Lonjakan-lonjakan pengunjung ini menjadi tanda bahwa sektor pariwisata Bali mulai pulih.

Namun dengan pulihnya pariwisata di Bali, berbagai permasalahan juga mulai bermunculan. Salah satunya yaitu permasalahan sampah plastik. Melihat dari website Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, terjadi peningkatan jumlah sampah yang signifikan setiap tahunnya terutama pada rentang tahun 2021 hingga 2024. Sedangkan angka pengurangan sampah serta penanganan sampah tidak bisa mengimbangi angka peningkatan jumlah sampah.

Diagram batang capaian kinerja pengolahan sampah tahun 2019-2024. Sumber: Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional.

Jika peningkatan jumlah sampah ini tidak dikontrol dengan baik oleh semua pihak, Bali akan menjadi semakin tercermar. Image Bali sebagai destinasi wisata yang asri serta berbudaya akan memudar seiring waktu dan Bali beresiko kehilangan Taksunya. Semakin kita bersikap apatis terhadap permasalahan ini, narasi mengenai pulau Bali yang tidak layak untuk dikunjungi akan menjadi semakin benar. Sebagai masyarakat Bali kita harus melek terhadap kondisi Bali, menerima fakta, dan melakukan perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *