Sadarkah Kalian Kalau Remaja Zaman Sekarang Sering Melecehkan Budayanya Sendiri?!

Mudahnya akses media sosial, membuat generasi mudah di Bali kerap menyalahgunakannya sebagai wadah viralitas semata. Contohnya seperti seorang pemuda yang sembahyang dengan mengangkat handphone miliknya (dengan gambar bunga) sebagai sarana panca sembah. 

Selain itu, ada juga siswa-siswi sekolahan yang menggunakan bija (beras) secara berlebihan di dahinya. Serta pemuda-pemudi lainnya yang memakai pakaian adat secara tidak senonoh (terlalu terbuka), dengan tujuan menarik perhatian lawan jenisnya. Perilaku-perilaku yang dianggap “normal” itulah, yang sebenarnya menimbulkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai (esensi) dari budaya Hindu Bali. Karena semakin dinormalisasikan atau dibiasakan, maka tidak menutup kemungkinan, akan terjadinya pergeseran terhadap kebudayaan orang Bali dalam berpakaian, bertata krama, hingga bertutur kata. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua, guru serta pemuka agama (khususnya PHDI) sangat diperlukan dalam hal ini, untuk bisa memberikan edukasi serta sosialisasi secara masif demi menanamkan nilai etika dan moral kepada generasi penerus Bali. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *